Home » » Kafe Bertema Strawberry Kisah Putra Priyadi

Kafe Bertema Strawberry Kisah Putra Priyadi

Posted by sugih makmur
Pertamini jakarta, Updated at: 02.21

Posted by sugih makmur on Minggu, 14 September 2014

Profil Pengusaha Sukses: Putra Priyadi 



Terlahir dari keluarga pengusaha tak lantas membuat bisnisnya moncer. Dia bermodal cekak, Putra Priyadi, mencoba peruntungan di bisnis kuliner. Anda akan terkaget- kaget pria kelahiran tahun 1982 ini telah sukses memiliki bisnis sebesar Cafe Strawberry. Bertempat di kawasan JL. Tanjung Duren Barat III, Jakarta Barat, tempatnya ramai sampai malam hari. Maklum kawasan ini memang dikenal dengan hiburan malamnya seperti diskotik dan billiard. Cafe Strawberry telah menuliskan namanya disini. 

Idenya membuka kafe bernuansa stroberi berawal tahun 2004. Kala itu, tumbuhan stroberi mulai marak di kawasan Jawa Barat, begitu pula berbagai panganan yang berasal dari olahan buah yang berasa asam-asam manis itu. Itulah yang menjadi awal bisnisnya. Dari sini pula namanya dikenal dikalangan artis bahkan para pejabat, Cafe Strawberry sukses memasukan menunya hingga istana negara.

Kaya sederhana


Putra lahir dari keluarga berada. Orang tuanya dikenal mempunyai hotel dan sebuah restoran di kawasan Puncak. Meski begitu, anak bungsu dari dua bersaudara itu ingin mandiri sedari kecil. Ia bahkan nekat membuka bisnis pertama bernama Waroeng Strawberry semasa kuliah dulu. "Saya memang suka makan stroberi. Makanya saya berani mengusung menu serba stroberi dengan cita rasa yang saya ciptakan sendiri," ujarnya.

Bermodal Rp 20 juta, Putra menyewa ruko di kawasan Tanjung Duren. Ia yakin Waroeng Strawberry -nya akan menarik minat pengunjung. Tapi awalnya susah membuat pengunjung mau mampir. Maklum, tempat usahanya kala itu memang berada di lokasi terpencil dan terbilang kumuh. Apa lagi Putra membuat warung dari seng-seng bolong dan papan-papan tambal. Agak aneh memang, karena datang dari keluarga mapan, harusnya Putra bisa membuka usaha yang lebih berkelas. Tapi, Putra menegaskan dia tak ingin bergantung pada keluarga dan ingin membuka usaha apa adanya.

"Dengan modal sebesar itu, memang tak mungkin saya membuka usaha kuliner berkelas," ujarnya.

Meski konsepnya unik tetap saja harus bekerja keras karena semuanya dari nol. Dia harus membagikan brosur dari jembatan penyebrangan dan area perkantoran. Tempat makan yang sederhana bahkan sangat- sangat sederhana. Putra ingat betul ketika hujan ia harus menyiapkan ember untuk menampung air. Ia sendiri mengaku tanpa tedeng aling- aling sering menangis. Ya, ia menangis ketika usahanya baru buka tapi sepi.

"Kalau berbicara kesedihan, saya tiap malam menangis dan berteriak keras saking stres. Orangtua marah-marah karena membuka usaha tanpa memikirkan resikonya," kenangnya.

Untungnya, keluarga Putra tetap menyemangati. Mereka tidak mematahkan semangat sang putra untuk jadi pengusaha. Akhirnya ia pun memindahkan usahanya ke tempat yang baru, yang lebih layak. Namanya kini menjadi Cafe Strewberry, dipadu dengan berbagai strategi promosi jadilah usahanya semakin ramai. Putra akhirnya menemukan satu ruko yang lokasinya masih di kawasan Tanjung Duren. Ia menyewa tempat seluas 250 meter persegi itu dengan tarif Rp 5 juta per bulan.

Strategi bisnis


Salah satu strategi bisnis Putra yang unik ialah berbagai jenis permainan di meja. Ia mengeluarkan berbagai jenis permainan dari penjuru dunia. Sebut saja permainan monopoli, permainan kartu, congklak, halma, karambol, ular tangga, scrabble, kartu remi, gaple, kutak-katik kotak, dan masih banyak lagi. "Tamu datang ke sini, kan, cari sesuatu yang baru dan seru," jelasnya. Idenya karena ia sendiri hobi bermain mainan seperti ini. Sambil menunggu pesanan datang terangnya.

Responnya cukup positif. Beberapa kali ia harus mengisi ulang biji congklak -entah terbawa atau dijadikan kenang- kenangan. Jangan salah, jika bicara mainan, ia tak sembarang menawarkan kepada pelanggan. Jika mahasiswa permainan semacam monopoli pastilah lebih disukai. Kalo yang sudah dewasa, permainan kartu pastilah jadi idamanan. Kalo untuk anak- anak? Putra punya berbagai koleksi mobil- mobilan untuk yang satu ini.

"Tidak terasa saking banyaknya tamu, saya sampai mengoleksi banyak permainan dari berbagai negara," ungkapnya. Saat ini, kalau dihitung, Putra sudah memiliki 320 jenis permainan. Dia sendiri mengaku tak gencar beriklan seperti waktu memulai usaha. Selain menampilkan hal unik, ia menonjolkan sikap ramah saat melayani tamu. Baginya, cara ini senjata paling ampuh agar pengunjung nyaman dan betah berlama-lama, bahkan mau datang berkali-kali. Kalau pengunjung puas, promosi dari mulut ke mulut menjadi sangat efektif.

Sukses bukan berarti tanpa kendala. Suatu ketika teman baiknya ternyata membajak koki andalannya tanpa memberitahu terlebih dahulu. "Mengetahui koki saya berhenti dan bekerja pada teman saya dengan iming-iming gaji besar, saya geram dan kecewa," tandasnya. Yang bikin emosi, teman itu kemudian membuat warung dengan konsep yang sama dengan Kafe Strawberry. Situasi ini membuat Putra cukup khawatir bahwa pengunjung akan enggan datang ke kafenya dan beralih ke tempat lain.

sumber: nasional.kompas.com

Share This Post :

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 Pertamini jakarta. All Rights Reserved
pertaminijakarta